Kamis, 05 Agustus 2010

Bokashi Terapi, Berendam dalam Rempah

Wisatawan yang berkunjung ke Bali, baik mancanegara maupun dosmetik mungkinmerasah kurang sah jika belummengunjungi Pantai Kuta. Tapi tak hanya itu yang menarik di Bali, masih banyak daerah yang menjanjikan kepuasan pemandangan alam dan wisata kulinernya. Satu yang berbeda, yaitu Terapi Bokashi, terapi yang hanya ada di Denpasar ini berbeda dengan terapi lain. Jika ingin menikmati sensi lain terapi, bisa mencoba terapi yang satu ini. Tempat yang strategis, di Jalan By Pass Ngurah Rai sebelah timur Patung Catur Muka, yang lebih dikenal dengan Simpang Siur, yang dikenal dengan Klinik Pijat Usadha Oles.  Perlu diketahui, Pak Oles adalah nama dangang dari perusahaan PT. Karya Pak Oles Tokcer yang didirikan oleh Gede Ngurah Wididana, putra daerah asal Buleleng, Bali.
Datang ke klinik pijat Usadha Oles kurang lengkap jika tanpa merasakan terapi Bokashi. Pelayanan satu paket yang ditawarkan pihak klinik untuk setiap pengunjung Usadha Oles. Disarankan untuk melakukan terapi Bokashi setalah pijat yang juga dengan minyak Bokashi ini bukan tanpa alasan. Habis dipijat tentu konsumen ingin mendapatkan hasil yang maksimal dari pijatan dengan minyak Bokashi, untuk itu tepat jika langsung berendam dalam rempah yang tentu saja mengandung minyak Bokashi. Pori-pori akan terbuka setelah mendapatkan uap panas dari terapi Bokashi sehingga badan akan terasa lebih segar.


Pengunjung setelah dipijat langsung menuju ke lantai tiga Usadha Oles tempat terapi Bokashi. Terlebih dahulu menggunakan pakaian khusus yang disediakan pihak klinik dan pakaian tersebut tidak ada lubang baik pada tangan maupun kaki. “Penggunaan pakaian khusus itu tanpa di memakai pakaian apa-apa hanya dengan celana pendek yang dipakai saat pijat. Tujuan dari penggunaan pakaian khusus ini adalah agar panas yang keluar dari uap rempah dapat benar-benar meresap kedalam pori-pori tubuh tanpa ada bagian yang terlewatkan. Tamu kemudian akan ditanam dalam rempah Bokashi selama 30 menit dengan kedalaman 15 cm dan yang terlihat hanya bagian wajah saja,” urai Wayan, karyawan yang khusus menangani terapi Bokashi.

Selama ditimbun dalam rempah Bokashi, dipaksa istirahat tidak boleh bergerak. Tubuh ditanam pada suhu rempah Bokashi 50o-70o C, pada suhu tersebut sangat ideal untuk mengeluarkan racun dalam tubuh melalui keringat. Efek panas Bokashi yang menyelimuti tubuh memberikan rasa relaksasi, menyegarkan tubuh dan melancarkan peredaran darah. Setelah berendam, paisen tidak boleh langsung mandi disarankan untuk santai sejenak sampai keringat hilang baru boleh mandi. Mandinya pun dengan air hangat agar tubuh tidak kaget setelah berendam pada suhu panas dan agar pori-pori lebih terbuka. Sehingga khasiat minyak Bokashi baik saat dipijat maupun berendam dapat terserap baik oleh tubuh. Selama menunggu keringat kering, tamu disuguhi teh jahe yang hangat untuk mengganti cairan yang banyak keluar selama berendam.

Rempah Bokashi berada dalam sebuah bak dengan panjang 7m dan kedalaman 50cm. Bak tersebut muat untuk enam orang dan setiap selesi tamu berendam langsung diaduk dan diratakan lagi agar proses fermentasinya tetap berjalan dan panasnya merata. Rempah tersebut berasal dari serutan kayu yang telah difermentasikan dengan minyak Bokashi dan larutan EM serta dedak mineral lainnya. Untuk menjaga kualitas rempah agar selalu hangat, perlu dilakukan pemberian minyak Bokashi dan mineral lain setiap enam bulan sekali. Sedangkan untuk penggantian total rempah dilakukan setahun sekali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar