Kamis, 28 April 2011

Tas Cantik Dari Kreasi Daur Ulang Sampah Plastik

BERBAGAI macam inovasi dilakukan untuk menaikkan harga jual dari suatu barang sehingga diminati banyak orang. Salah satunya adalah menciptakan produk dengan tampilan khusus, misalnya memperbarui model produk, kemasan hingga bahan pembuatan produk tersebut.
Seperti pembuatan tas cantik yang dibidik untuk para wanita suka berganti-ganti fashion mengikuti perkembangan mode agar tak ketinggalan. Pasar boleh saja menawarkan inovasi tas cantik dengan berbagai merek dan mode terkenal, namun kreasi tas cantik berbahan dasar plastik daur ulang patut diperhitungkan untuk digunakan sehari-hari.
Keberadaan tas dari daur ulang sampah plastik memang belumlah laris karena hingga kini masih sedikit orang yang dapat mengkreasikannya. Tapi akan berbeda pandangan kita melihat tas cantik dari plastic daur ulang karya Ni Made Lis Yuliathi, SE (34).


Tidak Kalah
Dari segi tampilan, tak kalah menarik dengan tas cantik kebanyakan, pun dengan model tas yang dikreasikan apik agar pemakai tas menjadi cantik. Menurut Lis, sapaan akrab Ni Made Lis Yuliathi, ketertarikannya dengan mendaur ulang sampah plastik yang banyak ditemuinya di setiap sudut adalah alasan mengapa tas daur ulang dari plastik menjadi pilihannya dalam berdagang.
Berawal dari pembuatan tas kreasi ber bahan baku kampil atau pembungkuas beras kiloan, Lis memulai usaha pembuatan tas ini. Memilih menggunakan kampil, sebut ibu dua putra ini adalah karena di Bali banyak penggunaan kampil yang bercorak Bali dengan perpaduan warna yang manis dan juga kuat kualitasnya jika digunakan sebagai tas. Selain dari kampil beras, kreasi tas cantik daur ulang juga berlaku untuk kotak susu bekas dan semua plastik pembungkus barang seperti makanan ringan, sabun cuci, permen hingga minuman.
Kegiatan usaha yang telah berjalan lebih dari satu tahun ini memang belum mendapatkan banyak perhatian dari khalayak di Bali khususnya Denpasar. Meskipun tas cantik dari daur ulang plastik ini sudah dipasarkan di mini market bahkan sudah merambah hingga Belanda dan Amerika.
“Mulanya saya membuat tas dari kain blacu yang bertujuan menghindarkan pemakaian tas plastik yang kurang disukai bule. Sudah lebih dari empat tahun tas blacu masih bertahan hingga sekarang. Dan melihat banyaknya sampah plastik berbagai pembungkus yang berserakan di mana-mana membuat saya ingin menciptakan barang dengan sampah plastik itu. Saya ingin membatasi peredaran plastik khususnya di Ubud,” beber Lis, wanita asli Ubud yang ingin berkontribusi bagi daerah asalnya ini.
Aksinya membebaskan penggunaan plastik diawali Lis dari mini market milik sang ayah. Ditampungnya sampah plastic, pun bantuan dari saudara dan teman yang dikoordinasi untuk mengumpulkan sampah plastik daripada membuangnya. Dan kegiatannya disambut baik, terbukti hingga kini Lis mampu memproduksi tas cantik daur ulang ini.

Ikuti Pameran
Tak hanya dijual di mini market, namun untuk menyebarkan informasi dan memperluas kepedulian masyarakat pada kegiatan daur ulang, Lis juga mulai mengikuti pameran-pameran. Kegiatan Earth Day yang dilakukan bertepatan dengan Hari Bumi di Ubud tahun lalu, menjadi debut utama Lis dalam menyebarkan informasi usahanya.
Merambah pada kegiatan Pesta Kesenian Bali yang rutin diselenggarakan di Taman Budaya Denpasar dan juga berbagai ajang pameran produk. Kini, inovasi desain model tas dan ragam bahan baku dari sampah plastik yang diliriknya dari internet, pesanan dari teman hingga wisatawan mancanegara semakin menambah cantik ragam kreasi tas daur ulangnya.

Pembuatannya pun tak memakan waktu lama, setelah model tas yang diinginkan sudah dirancang dan juga bahan baku plastik sudah dipilih. Maka pengerjaan berikutnya adalah pemotongan, penambahan foring atau kertas keras baru dijahit. Dalam satu hari, satu tenaga kerja pembuat tas mampu menghasilkan dua hingga tiga tas. Jika mendapatkan orderan, maka jumlah tenaga kerja ditambah, hal ini, sebut Lis juga dijadikan lahan usaha bagi masyarakat di sekitar Ubud.
Dengan nama produk Jasmin Recycled Product, Lis tak hanya mengembangkan tas cantik saja, juga pembuatan sandal, boks mainan, tempat CD hingga dompet. Harga pun terjangkau dari yang puluhan ribu hingga ratusan ribu, tergantung dari bahan dan model kreasi daur ulang sampah plastik ini. “Kami berharap, ke depannya kreasi tas daur ulang ini dilirik masyarakat luas. Agar bisa turut mengkampanyekan meminimalkan penggunaan kantong plastik dalam semua kegiatan sehari-hari,” pungkas istri dari AA. Gde Bagus Eka Putra ini di sela-sela aktivitasnya mengikuti peringatan Hari Bumi beberapa waktu lalu.

Minggu, 10 April 2011

Peringatan Hari Autisme Sedunia--Beri Dukungan Pada Anak Berkbutuhan Khusus


Bertepatan dengan peringatan Hari Autisme Sedunia yang jatuh pada tanggal 02 April semua lapisan masyarakat mengadakan program Walk For Autism Indonesia. Yang mengajak semua masyarakat dan keluarga yang memiliki anak-anak berkebutuhan khusus untuk jalan santai. Di Bali perhelatan jalan santai yang digelar Sabtu (2/4) melibatkan seluruh PSG (Parents Support Group) Bali dan didukung oleh Pemkot Denpasar. Sejak pagi puluhan orang tua dan anak-anak juga bersama putra putri berkebutuhan khusus telah memadati wantilan DPRD dan siap memutari lapangan Bajra Sandhi Renon.
Tak ada yang berbeda dari peserta yang mengikuti kegiatan jalan santai ini semua berhasilmelewati satu putaran penuh. Menurut Lili Feriani Sutamaja, Ketua PSG Bali, semua anak berkebutuhan khusus (ABK) juga bisa melakukan apa yang anak normal lakukan. Hanya saja mereka membutuhkan perhatian khusus, kepedulian dan dukungan baik dari keluarga maupun masyarakat disekitarnya. Anak berkebutuhan khusus, lanjutnya, memiliki talenta yang terkadang melebihi anak-anak normal lainnya. Seperti pada acara Memeriahkan Hari Autisme Sedunia juga dilaksanakan Family Gathering oleh keluarga yang tergabung dalam PSG Bali. “Banyak penampilan dari anak-anak special needs yang bisa mereka lakukan seperti anak normal lain. Dari permainan clarinet, dance, tari khas daerah Aceh, lomba melukis, lomba membingkai foto keluarga hingga lomba lari sarung,”ungkap ibu yang juga memiliki anak berkebutuhan khusus ini bangga.
Anak-anak istimewa yang dikaruniakan untuk orang tua istimewa harusnya mendapatkan perhatian dari pemerintah juga. Salah satunya adalah pendidikan karena bagaimanapun mereka adalah anak bangsa yang juga berhak mendapatkan pendidikan seperti anak normal lainnya. Namun hingga kini tak banyak sekolah umum yang mau menerima apalagi untuk sekolah khusus anak autis masih bisa dihitung dengan jari. Untuk itu, lanjut Lili, bersama PSG ingin menggandeng orang tua dengan ABK untuk berbagi, saling menguatkan dan mencarikan jalan yang terbaik agar anak-anak menjadi lebih baik, mandiri dan berprestasi. Telah lebih 90 anggota PSG yang tersebar diseluruh Bali dan banyak kegiatan yang telah dilakukan. “Kami juga membantu orang tua yang membutuhkan rekomendasi dokter spesialis untuk menangani putra putri mereka. Sehingga orang tua tak lagi patah harapan bahwa ABK tak bisa menjadi normal,”tegasnya.
Dalam kesempatan Family Gathering ada yang menarik selain penampilan kreasi ABK yaitu testimony dari Rendi (13). Cowok yang kini sekolah di SMP N 3 Denpasar ini berbagi pengalaman kala menjalani perawatan, terapi dan kehidupan sosial saat masih autis hingga sembuh. Perjuangan panjang orang tua Rendi sejak ketahuan umur empat tahun belum bisa bicara, tak ada kontak mata, tak mau bersosialisasi dengan orang-orang disekitarnya dan suka tantrum (melakukan sesuatu yang membahayakan dirinya seperti membenturkan kepala,namun diluar kendali tubuhnya). Melalui terapi, diet ketat makanan dan menyelesaikan sekolahnya di Al-Azhar dari TK hingga kelas satu kemudian melanjutkan kelas dua di Raj Yamuna Shcool hingga lulus sekolah dasar. “Sekarang saya sembuh dan bisa berada di depan sahabat-sahabat semua dan orang tua dengan ABK untuk memberitahukan bahwa autis bisa disembuhkan. Memang perlu waktu lama dan kesabaran. Saya sangat berterima kasih dan bangga dengan orang tua saya,”tutur Rendi ceria.

Buah Delima Mampu Atasi Cacingan


Tanaman buah banyak macamnya, dari yang manis sampai yang asam. Meskipun banyak yang sudah tidak bisa kita jumpai pohonnya. Namun tidaklah sulit untuk mendapatkan buahnya, karena banyak tersedia di supermarket. Kita mengkonsumsi buah tentu dengan tujuan ingin sehat. Karena setiap buah mempunyai kandungan gizi masing-masing. Seperti pada buah delima, buah yang sudah jarang kita temui ini juga multi khasiat.
Buah delima dapat dimakan segar atau dibuat jus. Tak hanya dimakan, buah delima juga menjadi salah satu bahan campuran dalam upacara ‘rujakan’, pada upacara kehamilan di Jawa. Komposisi kandungan gizi buah delima adalah 78g air, 1,6g protein, 0,1g lemak, 14,5g karbohidrat, 5,1g serat dan 0,7g mineral. Buah delima juga bisa digunakan sebagai bahan obat tradisional. Tidak hanya daging buahnya saja yang bermanfaat, kulit batang, kulit buah, daun dan buah mentah juga dapat digunakan. Buahnya dapat membersihkan lambung, bunga delima dapat mengobati radang gusi, perdarahan dan bronchitis. Daging delima dapat digunakan sebagai penurun berat badan, sariawan, tekanan darah tinggir, rematik dan perut kembung. Biji delima dapat digunakan sebagai obat penurun demam, batuk, keracunan dan cacingan.
Sifat kelat yang terdapat pada bagian kulit tersebut yang banyak mengandung tannin. Rasa sepat yang dirasakan saat mengkonsumsi delima merupakan adanya kandungan tannin, yang merupakan senyawa polifenol. Kandungan tannin tertinggi ada pada kulit akar (28%), tetapi kulit buahnya yang kering juga mengandung banyak tannin (26%). Selain itu, kulit buah delima bisa digunakan sebagai zat pewarna kuning, karena ada kandungan galatonat. Bisa digunakan sebagai tinta dan juga untuk pewarna kain. Kulit kering delima bisa juga digunakan sebagai obat kumur. Di Asia, kulit cabang dan akarnya dikenal sebagai obat mujarab untuk penyakit cacing pita dan cacing-cacing lainnya yang berada didalam usus. Sifat kelat dari kulit buah, kulit daun dan buah mentah dimanfaatkan dalam bentuk godokan untuk mengobati diare dan disentri.
Ditinjau dari segi rasa, buah delima memiliki rasa manis yang bersifat panas dan lembab. Air dari buah delima bisa memberikan asupan gizi bagi tubuh. Karena itulah, delima bisa juga membentu meningkatkan stamina tubuh kita. Tapi sangat tidak dianjurkan bagi anda yang sedang mengalami demam. Maka untuk menjaga kesehatan tubuh anda, sering-seringlah mengkonsumsi buah delima.




Waspadai Kanker Leher Rahim


Kanker leher rahim (kanker servik) merupakan pembunuh perempuan terbanyak di dunia. Beragam sosialisasi tentang penyakit ini kerap dihelat. Namuan angka kematian atau jumlah penderita semakin menjadi. Ironisnya, meski menjadi pembunuh utama bagi wanita, tetapi penaganan terhadap kanker rahim belum menjadi prioritas. Kepekaan wanita yang masih kurang untuk memeriksakan rahim sejak dini, menjadi penyebab kanker leher rahim tidak dapat ditangani sejak awal sehingga berakibat fatal. Penyakit rahim ini lebih banyak menyerang wanita pada usia 40 tahun keatas. Perubahan prilaku anak muda jaman sekarang mengakibatkan kanker leher rahim juga mendera usia muda antara 20-30 tahun.
Gejala awal kondisi pra-kanker umumnya ditandai dengan ditemukannya sel-sel abnormal serviks yang dapat ditemukan melalui tes Pap Smear. Karena sering kali kanker servik tidak menimbulkan gejala. Namun, bila sel-sel abnormal ini berkembang menjadi kanker serviks barulah muncul gejala-gejala pendarahan pada vagina yang tidak normal. Seperti, pendarahan diantara periode menstruasi yang regular, periode menstruasi yang lebih lama dan lebih banyak dari biasanya dan pendarahan setelah berhubungan seksual. Rasa sakit juga akan muncul pada saat berhubungan seksual dengan pasangan. “Pemeriksaan pap Smear ataupun colopscopi yang dapat mendeteksi kanker servik pada stadium awal sangat diperlukan. Karena penyakit ini dapat diobati jika dalam stadium awal. Minimnya pengetahuan dan rasa takut kerap membuat pasien datang pada stadium akhir. Hal ini  membuat sel kanker telah menyebar sehingga sulit untuk ditanggani, ”kata dr. Wayan Kesumadana, SpOG.
Lebih dari 95 persen dari kanker serviks disebabkan oleh virus yang dikenal sebagai Human Papilloma Virus (HPV). HPV dapat menginfeksi semua orang, karena HPV dapat menyebar melalui hubungan seksual. Mereka yang berhubungan seksual pada usia sangat muda (dibawah usia 20 tahun) serta sering berganti pasangan seksual, memiliki resiko tinggi untuk terkena infeksi HPV. Saat ini, kaker serviks dapat dibantu dicegah dengan pemberian vaksin yang memberikan perlindungan terhadap infeksi HPV. “Prilaku seks dengan multiplel mitra seks, pemakaian bahan kimia menjadi faktor resiko terjadinya kanker servik. Agar terhindar dari kanker servik harus menjahui faktor resiko itu sendiri. Pemeriksaan sejak dini kandungan akan mencegah tumbuhnya kanker leher rahim,” jelas dr. Kesumadana.  
Kanker leher rahim pada dasarnya 100% dapat diatasi  jika terdeteksi sejak dini.  Tapi kebanyakan pasien datang sudah masuk ke stadium lanjut. Karena kanker servik stadium dini tidak kelihatan gejala penyakitnya, maka tidak banyak yang menyadari jika rahimnya terinfeksi. Penyebab dari penyakit para wanita ini selain disebabkan virus human paviloma, juga karena  pemakaian bahan kimia, radiology dan biologi agent. Atau dapat disebabkan karena operasi Caesar, keguguran, kelahiran yang susah atau waktu kelahiran diperpanjang dapat merusak vagina. Pemberian gurah juga dapat memicu.
Pemeriksaan Pap Smear dapat dilakukan 10 hari setelah haid serta saat melakukan Pap Smear 24 jam tidak boleh berhubungan terlebih dahulu.  “Harapan hidup untuk penderita tingkat satu mencapai 75%, tingkat dua 50%, untuk tingkat tiga 30% dan 7% untuk stadium akut. Jika terdeteksi sejak awal ada gangguan di dalam vagina ataupun rahim  maka harapan hidup lima tahun dapat 100% dicapai,” tutur Direktur RS Kasih Ibu ini.    

Tak Perlu Puasa Demi Dapatkan Tubuh Ramping

Penampilan menarik menjadi hal yang utama bagi sebagian orang terlebih bagi mereka yang bekerja dengan bertemu banyak orang. Segala perawatan dilakukan, keluar masuk salon kecantikan dan pusat kebugaran demi mendapatkan tubuh ramping dan menarik. Bahkan tak cukup perlakuan itu, banyak dari mereka yang berpuasa dan membatasi masuknya asupan makanan. Banyak pihak melirik peluang ini karena hampir sebagian masyarakat ingin mendapatkan bentuk tubuh juga wajah seperti artis idola mereka di layer kaca. Produsen obat pun tak henti-hentinya menggencarkan promosi obat diet dengan segudang khasiat namun masih perlu jeli melihat dampak yang ditimbulkan.
Mekanisme tubuh dalam mencerna makanan yang masuk sudah dirancang sedemikian rupa. Sehingga bagi seseorang yang ingin mendapatkan tubuh ramping tapi tidak makan berjam-jam dan membatasi asupan makanan justru merugikan tubuh. Hal ini, menurut dr. Ossyris Abubakar, M. Biomed., pakar kesehatan yang berkonsentrasi pada anti aging, puasa diluar konteks menjalankan ibadah agama sangat merugikan. Mekanisme pencernaan makanan akan bekerja dan mengosongkan lambung dalam waktu empat sampa enam jam. Jika tidak ada asupan makanan yang masuk setelah mekanisme tersebut dapat merangsang naiknya asam lambung. Maka muncullah sakit maag dan jika sudah terkena akan sulit bagi seseorang untuk lepas karena kebiasaan makan yang tidak teratur. Dan hal ini berpengaruh pula bagi otak, harusnya jika teratur makan glukosa akan teratur pula dikirim ke otak. “Nah, jika perut kosong maka glukosa tidak akan sampai ke otak. Hal ini dapat memicu kelambatan memori atau daya pikir selain itu bisa menyebabkan dehidrasi dan kurang gizi,”terang dokter Osi, sapaan akrabnya.
Diet yang sehat, lanjutnya, seharusnya bukan tidak makan sama sekali atau membatasi makanan yang masuk karena itu salah kaprah. Konsumsi makanan tetap tiga kali sehari dan diisi waktu makan camilan hanya saja perlu diperhatikan makanan yang masuk. Batasi garam, gula, karbohidrat dan minyak karena keempat hal ini yang menyebabkan mekanisme kerja lambung terganggu. Makan tetap tiga kali, porsi nasi dikurangi perbanyak sayur lauk nabati dan hewani pilihan juga wajib makan buah. Camilan yang masuk juga jangan kue kering atau snack ringan tapi pilih buah, kedelai rebus, kacang rebus atau pisang rebus. Jangan lupa dengan konsumsi air putih yang seimbang, minimal dua liter per hari. Hitungan keseimbangan diet sehat yaitu menjaga asupan seperti 50% karbohidrat, 10-15% protein seimbang (nabati dan hewani), kurang dari 30% lemak (batasi konsumsi daging merah dan goring-dorengan karena ini lemak jenuh yang jahat), perbanyak buah dan sayur tinggi serat dan minum sukup air putih. “Porsi vitamin dan mineral cukup dari buah dan sayur, tak perlu konsumsi suplemen berlebihan. Terpenting jangan lewatkan sarapan,”beber dokter yang membuka praktek di rumahnya di Jalan Seroja gang Nyuh Gading No. 9 Denpasar.
Pentingnya asupan gizi yang masuk harus disadari oleh masyarakat, makan bukan hanya mengenyangkan dan memilih yang enak tapi enak di mulut saja. Karena itu, diet tidak perlu mati-matian sampai puasa tidak makan berjam-jam kecuali memang untuk ibadah. Pada saat tidak makan tersebut ada mekanisme balas dendam dalam tubuh. Artinya setelah kita tidak makan, ada rasa lapar dan semua makanan yang ada asal kita makan dan ini memperberat kerjalambung untuk mencerna. Akibatnya asam lambung kembali naik dan banyak yang teserap akhirnya menumpuk menjadi lemak dan tersimpan pada bagian tubuh tertentu. “Selain memperhatikan asupan makan, pola istirahat dan pola olah raga teratur perlu diperhatikan. Olah raga minimal dua hari sekali selama 30 menit, lebih baik olah raga seperti renang, senam lantai atau bersepeda,”pungkas ibu dua anak ini menutup wawancara.

Tawur Kesanga Rangkaian Upacara Pembersihan Jagat Sambut Tahun Baru

 
Umat Hindu sebentar lagi akan memasuki tahun baru Caka 1933 yang jatuh pada tanggal 05 Maret 2011, Saniscara Paing Wuku Menail. Kemeriahan menyambut Nyepi, seperti pembuatan ogoh-ogoh dimasing-masing banjar sudah terlihat dari beberapa waktu lalu. Ibu-ibu dan para wanita sudah sibuk mempersiapkan aneka jajan banten, jejahitan hingga pakaian yang akan digunakan untuk bersembahyang menyambut Nyepi. Pedagang bunga, buah, janur, perlengkapan banten hingga kue turut merasakan semarak pergantian tahun.
Secara harfiah, Nyepi bersangkutan dengan siklus hidup dari waktu ke waktu. Dalam satu siklus selalu bertemu pada titik 0 (nol) dan pada saat itulah disebut Nyepi atau sepi. Karena, menurut Drs. I Wayan Suka Yasa, M. Si, dosen senior Fakultas Ilmu Agama UNHI, pada titik nol merupakan titik balik, titk perhentian dari perjalanan kemarin mempersiapkan perjalanan berikutnya. Dan setelah melewati titik nol, esoknya kita akan memulai lagi dari angka baru yaitu satu dan sering kita menyebutnya dengan tahun baru Caka. “Apakah kita bisa memaknai moment pergantian itu dengan benar-benar tauakah hanya sekedar numpang lewat? Semua tergantung pada individu masing-masing,”lanjut ayah tiga orang putra ini menegaskan.
Dalam kurun perjalanan waktu, orbit makro dan mikro (bumi dan makhluk hidup yang ada didalam bumi) terjadi dinamika hidup ada sisi positif dan ada sisi negatifnya. Untuk itu, serangkaian upacara dilaksanakan oleh umat Hindu sebelum memfokuskan diri pada titik nol atau Nyepi. Seperti upacara Melasti yang dilaksanakan sebelum upacara puncak Nyepi yaitu Pengrupukan atau satu hari sebelum Nyepi. Melasti ditujukan untuk membersihkan pratima atau benda yang disakralkan, mengawali perayaan Hari Suci Nyepi. Sifat negative dilambangkan dengan wujud-wujud demonis, sifat negative itu yang berada didalam diri manusia seperti ambisi, keinginan berlebih, iri hati, mabuk, rakus, bingung hingga gelap mata. “Hal ini disebut dengan Sad Ripu atau enam musuh yang ada dalam tubuh manusia, dan itu harus dikendalikan,”terang pengasuh mata kuliah Kesusasteraan Hindu di UNHI.
Jika musuh dalam diri tersebut dibiarkan tidak dikendalikan maka dapat menyebabkan kemerosotan moral dan rusaknya kehidupan bermasyarakat. Seperti saat ini semakin banyaknya orang-orang bermental korupsi, perang saudara dimana-mana hingga kerusakan alam yang disebabkan kesalahan manusia dan akibatnya menyengsarakan manusia itu sendiri. Sehubungan dengan Hari Suci Nyepi, sifat-sifat buruk ini hendaknya dileburkan dan dikendalikan agar tidak mengikuti lagi ditahun berikutnya. Dan sifat buruk itu diwujudkan dalam bentuk ogoh-ogoh, yaitu boneka besar dan digambarkan sesuai dengan sifat negative manusia. Sifat pemarah digambarkan dengan mata ogoh-ogoh yang melotot, kuku yang panjang, urat leher keluar, badan kekar, gigi bertaring dan bentuk wajah yang menyeramkan. “Seiring perkembangan jaman, ogoh-ogoh mulai muncul bervariasi. Karena tidak ada pakem khusus dalam pembuatan ogoh-ogoh. Sehingga kehadirannya merupakan ide kreatifitas seseorang dan bentuk apapun tidak salah,”sebut Wayan Suka Yasa tegas.
Fungsi ogoh-ogoh adalah sebagai ekspresi jiwa yaitu sifat-sifat negative manusia. Oleh karena itu, ogoh-ogoh mengandung banyak nilai, yaitu nilai filosofis, psikologis, sosial dan estetik. Sebagai nilai filosofis bersangkutan dengan perwujudan dari panca maha bhuta. Nilai psikologis melambangkan ekspresi jiwa dekontruktif. Nilai sosial yaitu nilai kebersamaan dan adanya interaksi juga integrasi masyarakat terbangun. Nilai estetik yaitu adanya tampilan-tampilan seni yang berifat khas Bali, karena tidak ada tempat lainyang membuat sama satu dengan yang lain. Mempunyai ciri khas satu kota dengan kota lain di Bali.
Sifat buruk itu harus disomya atau diruwat atau lebih dikenal dengan dibersihkan agar kembali ke jati dirinya menjadi lebih baik lagi. Dan pada saat Pengrupukan atau Ngerupuk, ogoh-ogoh ini diarak dan diberikan sesuatu yang dapat menyadarkan sifat buruk itu, yaitu dengan caru. Saat pecaruan ini, mengundang semua bhuta kala dari sembilan penjuru arah mata angin, maka disebut dengan Tawur Kesanga. Secara harfiah caru yang disajikan berupa makanan enak untuk bhuta kala, artinya agar saat orang haus diberi minum, orang lapar diberi makan dan orang yang marah diberikan kasih. Sehingga nanti pada saat umat melaksanakan brata penyepian bhuta kala ini dapat dikendalikan dan pada tahun yang baru kita tidak lagi dipengaruhi sifat buruk. Dan ogoh-ogoh setelah diberikan caru hendaknya dipralina karena ada upacara pemanggilan bhuta kala itu tadi. Tapi untuk ogoh-ogoh komersial atau dengan tujuan pameran dan pengenalan budaya tanpa ada pemanggilan maka tidak harus dipralina.
Proses pengrupukan dimulai dengan menghaturkan caru dan disertai dengan membunyikan bunyi-bunyian berbagai alat. Alat itu sederhana saja, seperti bambu, tutup panci, kayu atau apa saja yang dipukul mengeluarkan bunyi. Tujuannya, ungkap Wayan Suka Yasa, adalah untuk mengundang bhuta kala dari sembilan penjuru agar turut menikmati caru yang disajikan. Bunyi-bunyian itu juga disertai dengan membawa sapu dan api yang disimbolkan dengan daun kelapa kering yang dibakar, berfungsi utnuk mengusir atau menyuruh bhuta kala itu kembali setelahmenikmati caru. Proses pencaruan ini dilakukan dengan berkeliling disegala penjuru rumah dan halaman. Diikuti pula dengan suara teriakan yang berarti pelampiasan emosi, secara psikologis setelah melepaskan emosi seseorang akan menjadi tenang dan siap menyambut hari  Suci Nyepi esoknya.
Pembersihan tidak hanya pembersihan diri namun juga membersihkan alam lingkungan kita agar siap juga menghadapi Nyepi. Bagi jiwa dan pikiran, dengan ajaran agama seseorang akan menjalankan dharma. Orang yang mau belajar agama tentu akan tumbuh kesadaran spiritual bahwa misalnya marah adalah buruk dan jika dibiarkan tidak dikendalikan maka akan merugikan diri sendiri dan orang lain. Ciri penyadaran itu adalah api, makanya ogoh-ogoh setelah dicaru dan diarak harus dibakar begitu juga dengan manusia harus bertapa untuk dapat mengendalikan sifat buruk. Pada titik nol, hari Nyepi seseorang harus bertapa dan menetapkan dalam bentuk janji dan brata itulah janji yang harus dilakukan agar mencapai kesempurnaan. Janji juga dapat disebut dengan pengekangan atau pengendalian diri yaitu melaksanakan brata penyepian. Ada empat brata penyepian yang harus dilalui, yaitu amati geni (tidak menghidupkan api), amati lelungan (tidak bepergian), amati kalanguan (tidak menikmati yang indah) dan amati karya (tidak bekerja).
Amati geni atau yang lebih diingat dengan tidak menghidupkan api. Artinya tidak menghidupkan lampu, penerangan dalam bentuk apapun juga api dalam arti mengekang nafsu birahi (sex). Amati lelungan tidak bepergian kemana-mana artinya tidak keluar dari pekarangan rumah. Karena jika bepergian saat kita harus bertapa dan melakukan yoga atau meditasi maka pikiran juga tidak tenang, akan jauh keluar dari hakikat sepi. Amati kalanguan artinya tidak menikmati segala sesuatu yang indah-indah, kenikmatan duniawi akan mengganggu fokusnya pikiran sehingga tapa tak akan berhasil. Seharusnya kita juga tidak menikmati makanan, karena makanan adalah kenikmatan duniawai. Amati karya atau tidak melakukan segala aktifitas fisik, artinya kita diharapkan benar-benar diam tidak bekerja agar dapat merefleksikan dirinya. Tidak melakukan ktifitas bertujuan agar kita dapat memikirkan langkah pertama yang harus kita lakukan pada tahun yang baru, yang akan kita songsong esok hari.
Melaksanakan brata penyepian pada titik nol mengharuskan lingkungan sekitar benar-benar sepi, untuk itu Nyepi alangkah baiknya jika disebut Hari Suci Nyepi bukan Hari Raya Nyepi. Karena pada hakikatnya, manusia harus mulat sarira dengan cara yoga dan meditasi. Yaitu menghubungkan diri pada Tuhan untuk memohonkan kerahayuan tidak hanya untuk diri sendiri tapi juga untuk masyarakat luas dan bumi tempat kita berpijak. Setelah merenung pada Hari Suci Nyepi, esoknya orang harus kembali ke alam nyata memulai hari baru di tahun yang baru. Lebar atau selesai melakukan tapa brata penyepian dilaksanakanlah Ngembak Nyepi. Ngembak yang berarti ceria atau riang atau penuh kasih, diartikan sehari lepas Nyepi orang-orang harus kembali menyambut haribaru dengan penuh kegembiraan, penuh kasih dengan sesama dan alam semesta. Alangkah baiknya jika saling kunjung mengunjungi dan memanfaatkan waktu untuk berkumpul dengan keluarga besar. Sebagai wujud shanti atau saling memaafkan agar setiap hari dapat berhubungan dengan penuh kasih. 
Pelaksanaan Hari Suci Nyepi tidak lagi sesui dengan pakem ajaran agama, sebagian besar masyarakat hanya melaksanakan sekedar ceremony belaka. Dilaksanakan hari ini dengan pesta meriah, berjudi, minum-minum dan esoknya kembali lagi seperti hari sebelumnya. Tidak ada bedanya melewati Nyepi kemarin dengan Nyepi tahun ini. Peningkatan kesadaran masyarakat sangat diperlukan melihat kondisi lingkungan dan alam terkini, karena jika bukan kita maka siapa yang akan peduli dengan alam semesta ini. Peranan pemuka agama menjadi penting untuk membimbing umat agar kembali pada hakikat manusia yang hidup untuk menunggu ajal menjemput. Jika menjalankan hidup dengan penuh kesadaran berbagi pada sesama dan alam semesta maka proses penantian itu akan indah.

POTADS Bali Terus Berupaya Menjadi Sahabat Terbaik

KEHADIRAN anak dalam keluarga menjadi dambaan setiap pasangan yang baru menikah. Menunggu munculnya tanda-tanda perubahan fisik karena ada makhluk sedang bertumbuh di rahim menjadi sesuatu yang sangat diamati. Terkadang kekecewaan didapati saat tanda-tanda itu belum muncul tapi akan jadi kebahagiaan jika ternyata ada awal kehidupan telah bersemi. 
Dianugerahi anak adalah kebahagiaan yang tak terhingga terlebih bagi seorang ibu yang berjuang dan berusaha memberikan yang terbaik untuk jabang bayi. Lantas, bagaimana jika buah hati yang didambakan sudah hadir namun tidak sesuai yang kita inginkan. Penerus keturunan yang ditunggu terlahir dengan keistimewaan yang lebih dari bayi pada umumnya. Dengan predikat cacat, idiot, gangguan mental dan masih banyak lagi yang disandangkan orang kebanyakan pada bayi tak berdosa itu. Namun Tuhan tentu mempunyai rahasia dengan memberikan anak istimewa kepada kita.

Menghadapi kelahiran anak tidak normal dengan kelainan tertentu baik fisik maupun genetiknya perlu dukungan dari banyak pihak. Karena hal itulah, menurut Sophia Buksh (35), salah satu penggagaas berdirinya POTADS (Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome) Bali dibutuhkan pendampingan pihak-pihak yang peduli pada pertumbuhan anak-anak istimewa tersebut.

Ingin Berbagi
Lembaga swadaya yang menjadi wadah berkumpulnya orangtua yang memiliki ADS (Anak Down Syndrome) ini lebih dulu muncul di Jakarta, atas prakarsa Noni Fadhilah (40) dan mulai berjalan sejak Mei 2000. Wadah ini dibangunnya lebih untuk kesadaran ingin berbagi dengan orangtua yang mempunyai anak DS. Karena Noni sendiri merupakan orangtua dengan anak ADS yang bernama Zeina Nabila (19) dan kini POTADS sudah memiliki cabang di Surabaya dan Medan. Tentu saja munculnya cabang adalah karena prakarsa kepedulian orang tua dengan ADS untuk bisa membagikan informasi dan dukungan kepada orangtua lain.

Serupa dengan POTADS Bali, mungkin tak banyak masyarakat di Bali khususnya Denpasar yang menyadari adanya komunitas ini. Kesadaran yang muncul karena Pia, sapaan akrab Sophia Buksh, mencari komunitas atau yayasan yang memberikan dukungan pada orangtua dengan ADS. Ibu dari Alysha (9) dan Tristan (7) yang lama menetap di Sydney Australia ini merasa membutuhkan dukungan baik untuk terapi, dokter spesialis hingga sekolah untuk Alysha yang sejak lahir diketahui DS.

Awalnya, lanjut istri dari Roger (51) ini hanya menemukan komunitas untuk ADS di Jakarta, lalu disarankan untuk membentuk komunitas yang sama di Bali dan tentu saja pasti ada juga orangtua dengan ADS. Terbukti, belum lama Pia pindah ke Bali langsung bertemu dengan Eveelen, Rinda dan Arie yang ketiga ibu ini juga punya putra putri dengan ADS. Keempat ibu hebat ini lalu mendukung penuh berkembangnya POTADS dan kini sudah ada 15 orang yang bergabung.

Terus Dikibarkan
POTADS Bali sudah berjalan satu tahun lebih, namun untuk perizinan mengesahkan menjadi cabang POTADS Jakarta sedang diusahakan. Tapi semangat menyebarkan informasi tentang keberadaan support DS terus dikibarkan, baik melalui pertemuan kecil untuk berbagi informasi dan perkembangan terapi hingga pengobatan terbaru. Maupun melalui pertemuan besar atau family gathering yang belum lama ini diadakan bertepatan dengan memperingati Hari Down Syndrom Sedunia pada 20 Maret 2011.

Acara yang melibatkan seluruh anggota keluarga POTADS Bali ini melibatkan juga Minikino yang memutarkan film pendek tentang ADS dan sharing bersama fisioterapist. “Pemutaran film yang sangat menggugah semangat orang tua untuk terus mendampingi ADS hingga mereka mandiri. Dan acara ini juga terjadi interaksi antara orangtua dan anak. Sedangkan diskusi kecil bersama fisioterapist tentang kendala yang dialami orangtua dengan ADS terutama masalah kelemahan tonus otot yang pada akhirnya mengakibatkan gangguan perkembangan motorik kasar. Semua orang tua yang bergabung di POTADS Bali merasa tidak sendiri lagi,” terang Pia.

Menurut Pia, tujuan dari kami melebarkan sayap informasi kepada masyarakat keseluruhan khususnya orangtua dengan ADS adalah untuk mengubah pemikiran tentang ADS bukan merupakan kutukan atau karma buruk. Tetapi bahwa anak yang dianugerahkan adalah titipan yang harus dijaga dan diperhatikan dengan baik. Bahwa saat ini orangtua dengan ADS masih banyak yang tidak menerima bahwa anak mereka berbeda dengan anak kebanyakan. Tak jarang anak-anak ini ditelantarkan begitu saja tanpa kasih sayang, terapi dan pengobatan yang sesuai. Padahal, sebut Pia, jika anak ini diberikan kesempatan memperoleh kesehatan dan pendidikan yang baik pasti akan bisa seperti anak-anak normal lainnya.

Masih Banyak Malu
Perjalanan panjang POTADS Bali mendata orangtua dan membantu orangtua dengan ADS untuk bersama-sama saling men-support kurang banyak mendapat perhatian publik. Masih banyak orangtua yang malu dipublikasi jika memiliki anak dengan DS padahal sebagian besar ADS membutuhkan bantuan baik biaya untuk operasi karena ADS memiliki penyakit bawaan seperti jantung bocor dan gangguan pernafasan.

Namun, ditegaskan Pia, POTADS Bali bukan penyalur therapist atau sekolah yang menerima ADS tapi hanyalah sebagai wadah untuk saling mensupport dan saling berbagi informasi saja. Jika ada orangtua dengan ADS memerlukan informasi tempat-tempat terapi, dokter spesialis maupun segala hal yang berhubungan dengan ADS, bisa menghubungi salah satu dari empat ibu hebat pendukung terbentuknya POTADS Bali.

Bersama Sophia Buksh (ketua), Eveleen (public relation), Rinda (bendahara) dan Arie (sekretaris) mengibarkan bendera support group untuk ADS. Banyak program yang dirancang untuk perkembangan informasi bagi orangtua belum terlaksana dengan baik. Karena selain sebagai ibu, mereka adalah wanita bekerja namun tetap memberikan banyak waktunya kepada sang buah hati. Seperti Rinda yang konsisten sekali dengan setiap detail pertumbuhan sang buah hati, Naomi (14 bulan) perhatian dari asupan makanan, terapi motorik kasar hingga terapi wicara intens dilakukannya.

“Semua orangtua ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Meskipun mereka terlahir istimewa tetap harus mendapatkan kasih sayang penuh. Sejak kecil diberikan pelatihan dan semua terapi, tak hanya yang berpunya yang dapat memberikannya tetapi terapi dari ibu maupun orang-orang terdekat ADS sangat membantu perkembangannya,” tegas ibu dari Arya dan Naomi ini turut diamini Pia. 

POTADS Bali
Ketua  :  Sophia Buksh (081236775603)
Sekretaris :  Arie (087777799689)
Bendahara  :  Rinda (08179716836)
Public Relation  : Eveleen (081558109229)
----------------